Diduga Cemari Sungai dan Sumur Warga, Tumpahan Minyak Mentah Milik PT. SRMD di Belani .

Diduga Cemari Sungai dan Sumur Warga, Tumpahan Minyak Mentah Milik PT. SRMD di Belani .

Jumat, 06 Maret 2026, Maret 06, 2026

‎Muratara, -" Diduga Cemari Sungai dan Sumur Warga, Tumpahan Minyak Mentah Milik PT. SRMD di Belani


‎MURATARA, SMSI – Tumpahan minyak yang diduga berasal dari Oil Storage Tank PT Saleraya Merangin Dua (SRMD) di wilayah Belani, Kabupaten Musi Rawas Utara, diduga mencemari aliran sungai hingga berdampak pada sumur milik warga di sekitar lokasi. Jumat (6/3/2026).


‎Berdasarkan pantauan awak media di lapangan pada Rabu (5/3/2026) serta keterangan sejumlah warga, peristiwa tumpahan minyak tersebut diduga telah terjadi sejak 1 Maret 2026. Namun, penanganan dari pihak perusahaan baru dilakukan pada 4 Maret 2026, sehingga minyak terlanjur mengalir mengikuti aliran sungai sampai dekat rumah warga


‎Warga menyebutkan, hingga kini sisa-sisa minyak masih terlihat mengalir di aliran sungai dan menimbulkan bau menyengat di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.


‎Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena sungai dan sumur yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari diduga telah tercemar oleh tumpahan minyak tersebut.


‎Salah seorang warga mengaku air sumur miliknya berubah dan tidak lagi dapat digunakan seperti biasanya. Ia juga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak Humas SRMD terkait kondisi sumur yang terdampak.


‎“Pihak perusahaan katanya akan menggali kembali sumur kami yang tercemar, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ujarnya.


‎Ia juga menyayangkan lambannya respons perusahaan terhadap persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat.


‎“Harusnya kami yang tinggal di sekitar perusahaan ini bisa merasakan kesejahteraan dari keberadaan mereka. Tapi yang kami rasakan sekarang justru pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak ini. Mana yang katanya kesejahteraan itu,” ungkapnya.


‎Selain berdampak pada sumber air warga, masyarakat juga khawatir tumpahan minyak tersebut akan merambah ke kebun kelapa sawit milik warga yang berada di sepanjang bantaran sungai, apabila tidak segera ditangani secara maksimal


‎Warga  pun meminta dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk segera turun ke lokasi guna melakukan pengecekan serta memastikan sejauh mana dampak pencemaran yang terjadi.


‎Tak hanya itu, warga juga berharap Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya pihak kepolisian, dapat melakukan penyelidikan terhadap dugaan pencemaran lingkungan tersebut apabila terbukti berasal dari aktivitas perusahaan.


‎“Kalau memang ini mencemari lingkungan dan merugikan warga kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah dan kepolisian,namun hingga saat ini  belum ada yang datang ke lokasi, katanya


‎Sementara itu, Humas & HSE Safety  PT Saleraya Merangin Dua (SRMD) saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan terkait dugaan tumpahan minyak yang mencemari sungai dan sumur milik warga di wilayah Belani.(**).

TerPopuler