Indeks Berita | Lintas muratara

Lintas muratara

Untuk mensukseskan  pelantikan 10 DPD Iwo-i kabupaten/ kota.kordinator iwoi  Sumatra selatan silaturahmi dengan pemerintah kota Prabumulih.  Prabumulih''Sekretaris iwo Indonesia Sumatra selatan Efriaman dalam paparannya kepada PJ walikota Prabumulih H Elman ST MM berterimah kasih telah di beri kempatan untuk bersilaturahmi di kantor walikota Prabumulih.    saat sedang berbincang Efriaman memperkenalkan tim iwoi Sumsel yang datang.dan mengusulkan permohonan alternatif bantuan fasilitas pemerintah Prabumulih untuk di pergunakan pada pelantikan 10 DPD Iwo-i kabupaten/kota yang ada di Sumsel,kalau seandainya pelantikan  di adakan di prabumulih.    Ikatan wartawan online Indonesia sumatra selatan ketika audensi dengan PJ walikota Prabumulih.bertempat di ruang dinas walikota Prabumulih 28 November 2023. Dalam penyampainya PJ walikota Prabumulih H.Elman.ST.MM" maaf baru bisa ketemu hari ini Selasa 28/11/2023.pukul 10.00 WIB.karena saya abis  sakit.hingga saat ini kaki saya masih sakit karena abis operasi.alhamdulilah hari ini kita bisa ketemu "    H Elman ST mengapresiasi kegiatan yang akan di lakukakan oleh Iwo-i Sumsel,kita hanya bisa berusaha jika tempat acara pelantikan akan ada di Prabumulih.dia berharap hubungan yang baik tetap terjalin pada semua organisasi wartawan yang ada di prabumulih.    berhubung telah memasuki akhir tahun sudah pasti  bantuan tidak semuanya  bisa  di penuhi karena untuk anggaran sudah tutup buku tapi kita berusaha semaksimal mungkin untuk acara yang di motori oleh Iwo Indonesia Sumatra selatan.tempat pelantikan akan di adakan di gedung kesenian,penginapan di rusunawa yang berlokasi di jalan lingkar prabumulih.tetapi untuk kelengkapan fasilitas akan segera di penuhi.     Di tempat terpisah kadin Kominfo prabumulih Drs Mulyadi Musa MM mengatakan kalau pelantikan akan di lakukan tanggal 13 Desember 2023,di prabumulih. pasilitas yang di kita sediakan apa adanya.tapi kalo di bulan Januari insyaallah fasilitas kita sudah dalam kondisi yang baik.ungkapanya ( iwoi).

Untuk mensukseskan pelantikan 10 DPD Iwo-i kabupaten/ kota.kordinator iwoi Sumatra selatan silaturahmi dengan pemerintah kota Prabumulih. Prabumulih''Sekretaris iwo Indonesia Sumatra selatan Efriaman dalam paparannya kepada PJ walikota Prabumulih H Elman ST MM berterimah kasih telah di beri kempatan untuk bersilaturahmi di kantor walikota Prabumulih. saat sedang berbincang Efriaman memperkenalkan tim iwoi Sumsel yang datang.dan mengusulkan permohonan alternatif bantuan fasilitas pemerintah Prabumulih untuk di pergunakan pada pelantikan 10 DPD Iwo-i kabupaten/kota yang ada di Sumsel,kalau seandainya pelantikan di adakan di prabumulih. Ikatan wartawan online Indonesia sumatra selatan ketika audensi dengan PJ walikota Prabumulih.bertempat di ruang dinas walikota Prabumulih 28 November 2023. Dalam penyampainya PJ walikota Prabumulih H.Elman.ST.MM" maaf baru bisa ketemu hari ini Selasa 28/11/2023.pukul 10.00 WIB.karena saya abis sakit.hingga saat ini kaki saya masih sakit karena abis operasi.alhamdulilah hari ini kita bisa ketemu " H Elman ST mengapresiasi kegiatan yang akan di lakukakan oleh Iwo-i Sumsel,kita hanya bisa berusaha jika tempat acara pelantikan akan ada di Prabumulih.dia berharap hubungan yang baik tetap terjalin pada semua organisasi wartawan yang ada di prabumulih. berhubung telah memasuki akhir tahun sudah pasti bantuan tidak semuanya bisa di penuhi karena untuk anggaran sudah tutup buku tapi kita berusaha semaksimal mungkin untuk acara yang di motori oleh Iwo Indonesia Sumatra selatan.tempat pelantikan akan di adakan di gedung kesenian,penginapan di rusunawa yang berlokasi di jalan lingkar prabumulih.tetapi untuk kelengkapan fasilitas akan segera di penuhi. Di tempat terpisah kadin Kominfo prabumulih Drs Mulyadi Musa MM mengatakan kalau pelantikan akan di lakukan tanggal 13 Desember 2023,di prabumulih. pasilitas yang di kita sediakan apa adanya.tapi kalo di bulan Januari insyaallah fasilitas kita sudah dalam kondisi yang baik.ungkapanya ( iwoi).

 Lintas Muratara ,untuk mensukseskan pelantikan 10 dpd Iwo i kabupaten /kota .kordinator iwoi Sumatra Selatan silaturahmi dengan pemerintah ...
Selasa, 28 November 2023
OKNUM POLISI MURATARA GEBUK WARGA  DI CIDUK  PROPAM.    MURATARA," – Setelah Beberapa Hari Buron dan melarikan diri paska melakukan penganiayaan warga Desa Lubuk Rumbai Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Darmadi (52) pada Senin (20/11/2023) dini hari yang lalu.  Akhirnya Brigpol BR di tangkap oleh Tim Propam Polres Muratara Polda Sumatera Selatan (Sumsel) di Kertapati Palembang Selasa(28/11/2023).  Hal ini terungkap saat Pers liris Waka Polres Muratara, Kompol Wiryawan, di dampingi Kasi Propam AKP Rusdan dan Kasi Humas AKP Baruanto, menyampaikan bahwa atas apa yg telah Dilakukan oleh Brigpol BR terhadap warga Desa Lubuk Rumbai Darmadi (52) beberapa waktu yang lalu, saat ini Pelaku sudah diamankan oleh Unit Propam Polres Muratara.  “Pihak Polres sudah Mengamankan Pelaku Penganayaiaan Brigpol BR dan saat ini sudah Menjadi Tahanan Unit Propam Polres Muratara. Dikatakan Waka pelaku berhasil kita tangkap setelah beberapa hari melarikan diri, dan akhirnya kita berhasil menangkap pelaku yang masih berdinas di Polres Muratara ini di Kertapati Palembang. Terhadap Brigpol BR untuk saat ini kita kenakan Pelanggaran kode etik, yakni Melaksanakan Kegiatan yang bukan tugasnya (Razia ilegal) dan Brigpol BR ini dalam catatan Polres Muratara sudah melakukan pelanggaran kode etik sebanyak 4 kali di antaranya, Tidak melaksanakan tugas lebih dari 30 hari dan menggkonsumsi Narkoba, tutur,” waka polres.  Atas Apa yang telah dilakukan oleh Brigpol BR maka akan di kenakan Ancaman ,Peberhentian Tidak Dengan Hormat ( PTDH) sdangkan Unsur Pidananya itu akan Melihat dari apa yang di tuntut Oleh Korban.  Terakhir Waka polres Berpesan Untuk Masyarakat apa bila mengalami Kekerasan atau Perbuatan yang Melanggar Hukum Oleh Pihak Aparat (Polisi) silakan Mengadu ke Pelayanan yang Telah Diterbitkan oleh Polri.  Red :( J.M )

OKNUM POLISI MURATARA GEBUK WARGA DI CIDUK PROPAM. MURATARA," – Setelah Beberapa Hari Buron dan melarikan diri paska melakukan penganiayaan warga Desa Lubuk Rumbai Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Darmadi (52) pada Senin (20/11/2023) dini hari yang lalu. Akhirnya Brigpol BR di tangkap oleh Tim Propam Polres Muratara Polda Sumatera Selatan (Sumsel) di Kertapati Palembang Selasa(28/11/2023). Hal ini terungkap saat Pers liris Waka Polres Muratara, Kompol Wiryawan, di dampingi Kasi Propam AKP Rusdan dan Kasi Humas AKP Baruanto, menyampaikan bahwa atas apa yg telah Dilakukan oleh Brigpol BR terhadap warga Desa Lubuk Rumbai Darmadi (52) beberapa waktu yang lalu, saat ini Pelaku sudah diamankan oleh Unit Propam Polres Muratara. “Pihak Polres sudah Mengamankan Pelaku Penganayaiaan Brigpol BR dan saat ini sudah Menjadi Tahanan Unit Propam Polres Muratara. Dikatakan Waka pelaku berhasil kita tangkap setelah beberapa hari melarikan diri, dan akhirnya kita berhasil menangkap pelaku yang masih berdinas di Polres Muratara ini di Kertapati Palembang. Terhadap Brigpol BR untuk saat ini kita kenakan Pelanggaran kode etik, yakni Melaksanakan Kegiatan yang bukan tugasnya (Razia ilegal) dan Brigpol BR ini dalam catatan Polres Muratara sudah melakukan pelanggaran kode etik sebanyak 4 kali di antaranya, Tidak melaksanakan tugas lebih dari 30 hari dan menggkonsumsi Narkoba, tutur,” waka polres. Atas Apa yang telah dilakukan oleh Brigpol BR maka akan di kenakan Ancaman ,Peberhentian Tidak Dengan Hormat ( PTDH) sdangkan Unsur Pidananya itu akan Melihat dari apa yang di tuntut Oleh Korban. Terakhir Waka polres Berpesan Untuk Masyarakat apa bila mengalami Kekerasan atau Perbuatan yang Melanggar Hukum Oleh Pihak Aparat (Polisi) silakan Mengadu ke Pelayanan yang Telah Diterbitkan oleh Polri. Red :( J.M )

 Lintas Muratara ,oknum polisi Muratara gebuk warga di ciduk propam .
OKNUM POLISI POLRES MURATARA ANIAYA MERTUA DAN MENANTU HINGGA LEBAM ,MODUS RAHAZIA .   MURATARA " - Sungguh naas yang dialami oleh Darmadi (52) warga Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diduga dianaya oleh oknum anggota polisi Bripol BR yang merupakan dinas di Polres Muratara.  Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka dibagian pelipis mata dan juga lebam dibawah mata, dimana korban diduga dipukuli oleh oknum anggota tersebut.   Bahkan setelah memukul korban,  pelaku juga menggunakan rantai untuk melukai korban. Namun sempat dihalau oleh anak korban Aidil Saputra (27) warga yang sama. Kejadin tersebut dijalan Poros Bingin Teluk tepatnya sebelum tunggu perbatasan Kelurahan Rupit (KBM Rt 11) dan Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. Senin (20/11) sekitar pukul 03.00 Wib.   Menurut informasi berawal dari Aidil Saputra mengendarai sepeda motor dari RSUD Rupit hendak pulang ke Rumah.  Namun ketika di Tempat Kejadian Perkara (TKP) distop oleh pelaku dan langsung merampas kunci motor korban.   Kemudian korbanpun bilang ini ada apa dan tanpa ada kata kata, selanjutnya korbanpun menelpon bapak mertuanya Darmadi memberitahu bahwa kunci motor ditahan oleh oknum anggota polisi yang memakai baju preman.   Setelah tiba di TKP korbanpun berbicara secara baik baik kepada pelaku, agar kunci motor dapat dikembalikan mengingat istri anaknya ini ingin melahirkan di RSUD Rupit.  Namun pelaku bilang bukan urasan aku dan kenapa bapak datang serta melontarkan kata kata bahwa bapak itu bukan lawan aku.   Setelah itu terjadilah cekcok mulut dan pelaku memukul korban.   "Aku bingung kenapo motor aku ini distop dan langsung merampas kunci motor,"ujarnya. Rabu (22/11/2023)  Ia menjelaskan pada hal saat itu istrinya sangat menunggu kehadirannya, karena ingin melahirkan. "Sangat disayangkan sekali atas kelakuan oleh oknum polisi itu,  karena seharusnya memberikan rasa aman dan mengayomi masyarakat dan ini malah sebaliknya meresakan masyarakat,"katanya.   Ia menceritakan sudah secara baik baik untuk meminta tolong dengan pelaku agar kunci motornya dapat dikembalikan dan bahkan bilang bahwa istri aku menunggu di RSUD Rupit karena ingin melahirkan.   "Saya merasa kesal,  karena jawaban pelaku itu bukan urusan saya,"tuturnya.   Ditempat yang sama,  Darmadi (52) menjelaskan kedatangan dirinya ke TKP karena ditelpon oleh anaknya bahwa bilang kunci motornya ditahan polisi.  Setelah itu dirinya langsung datang dengan meminta tolong agar kunci motor itu dikembalikan. "Oknum polisi itu bersih keras tidak ingin mengembalikan kunci motor anaknya dan malah bilang bapak sudah tua bukan lawan saya,"jelasnya.   Ia menerangkan bahwa dirinya dipukuli oleh pelaku itu sebanyak tiga kali dan satu kali mengenai wajahnya yang mengakibatkan lebam.   "Ya sebenarnya tiga kali memukul aku,  namun dua kali tidak kena karena saya mengelak dan satu kali mengenai wajah,"bebernya.   Ia menambahkan bahwa dirinya sudah melaporkan hal inu ke Propam Polres Muratara, namu nampaknya belum juga ada kejelasan dan hingga sekarang oknum polisi itu belum juga diproses.   "Saya menyangkan Polres Muratara terkesan lambat untuk menangani kasus ini dan jangan mentang mentang kami ini orang kecil hukum tidak ditegakkan,"katanya.   Ia berharap agar pelaku dapat ditangkap dan diproses secara hukum yang berlaku.   Saat awak media ingin mengkonfirmasikan kepada pihak kepolisian yaitu Kapolres Muratara AKBP Koko Arianto Wardani, melalui penjaga depan ruangannya Kapolres mengarahkan untuk ke Kasi Propam.  Akan tetapi saat awak media langsung ke Kasi Propam, Kasi Propam tidak ada ditempat dan belum memberikan keterangan hingga berita ini ditayangkan.  Red: ( J.M)

OKNUM POLISI POLRES MURATARA ANIAYA MERTUA DAN MENANTU HINGGA LEBAM ,MODUS RAHAZIA . MURATARA " - Sungguh naas yang dialami oleh Darmadi (52) warga Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diduga dianaya oleh oknum anggota polisi Bripol BR yang merupakan dinas di Polres Muratara. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka dibagian pelipis mata dan juga lebam dibawah mata, dimana korban diduga dipukuli oleh oknum anggota tersebut. Bahkan setelah memukul korban, pelaku juga menggunakan rantai untuk melukai korban. Namun sempat dihalau oleh anak korban Aidil Saputra (27) warga yang sama. Kejadin tersebut dijalan Poros Bingin Teluk tepatnya sebelum tunggu perbatasan Kelurahan Rupit (KBM Rt 11) dan Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. Senin (20/11) sekitar pukul 03.00 Wib. Menurut informasi berawal dari Aidil Saputra mengendarai sepeda motor dari RSUD Rupit hendak pulang ke Rumah. Namun ketika di Tempat Kejadian Perkara (TKP) distop oleh pelaku dan langsung merampas kunci motor korban. Kemudian korbanpun bilang ini ada apa dan tanpa ada kata kata, selanjutnya korbanpun menelpon bapak mertuanya Darmadi memberitahu bahwa kunci motor ditahan oleh oknum anggota polisi yang memakai baju preman. Setelah tiba di TKP korbanpun berbicara secara baik baik kepada pelaku, agar kunci motor dapat dikembalikan mengingat istri anaknya ini ingin melahirkan di RSUD Rupit. Namun pelaku bilang bukan urasan aku dan kenapa bapak datang serta melontarkan kata kata bahwa bapak itu bukan lawan aku. Setelah itu terjadilah cekcok mulut dan pelaku memukul korban. "Aku bingung kenapo motor aku ini distop dan langsung merampas kunci motor,"ujarnya. Rabu (22/11/2023) Ia menjelaskan pada hal saat itu istrinya sangat menunggu kehadirannya, karena ingin melahirkan. "Sangat disayangkan sekali atas kelakuan oleh oknum polisi itu, karena seharusnya memberikan rasa aman dan mengayomi masyarakat dan ini malah sebaliknya meresakan masyarakat,"katanya. Ia menceritakan sudah secara baik baik untuk meminta tolong dengan pelaku agar kunci motornya dapat dikembalikan dan bahkan bilang bahwa istri aku menunggu di RSUD Rupit karena ingin melahirkan. "Saya merasa kesal, karena jawaban pelaku itu bukan urusan saya,"tuturnya. Ditempat yang sama, Darmadi (52) menjelaskan kedatangan dirinya ke TKP karena ditelpon oleh anaknya bahwa bilang kunci motornya ditahan polisi. Setelah itu dirinya langsung datang dengan meminta tolong agar kunci motor itu dikembalikan. "Oknum polisi itu bersih keras tidak ingin mengembalikan kunci motor anaknya dan malah bilang bapak sudah tua bukan lawan saya,"jelasnya. Ia menerangkan bahwa dirinya dipukuli oleh pelaku itu sebanyak tiga kali dan satu kali mengenai wajahnya yang mengakibatkan lebam. "Ya sebenarnya tiga kali memukul aku, namun dua kali tidak kena karena saya mengelak dan satu kali mengenai wajah,"bebernya. Ia menambahkan bahwa dirinya sudah melaporkan hal inu ke Propam Polres Muratara, namu nampaknya belum juga ada kejelasan dan hingga sekarang oknum polisi itu belum juga diproses. "Saya menyangkan Polres Muratara terkesan lambat untuk menangani kasus ini dan jangan mentang mentang kami ini orang kecil hukum tidak ditegakkan,"katanya. Ia berharap agar pelaku dapat ditangkap dan diproses secara hukum yang berlaku. Saat awak media ingin mengkonfirmasikan kepada pihak kepolisian yaitu Kapolres Muratara AKBP Koko Arianto Wardani, melalui penjaga depan ruangannya Kapolres mengarahkan untuk ke Kasi Propam. Akan tetapi saat awak media langsung ke Kasi Propam, Kasi Propam tidak ada ditempat dan belum memberikan keterangan hingga berita ini ditayangkan. Red: ( J.M)

 Lintas Muratara, oknum polisi polres Muratara aniaya mertua dan menantu hingga lebam ,modus rahasia.
Senin, 27 November 2023

TerPopuler